PT MULTI UTAMA CONSULTINDO - Surabaya Office


2 Hal Penting Bagi WP yang Berpartisipasi Tax Amnesty


Artikel

 

konsultanpajaksurabaya.com. Bagi Wajib Pajak (WP) yang mengikuti Tax Amnesty (pengampunan pajak), ada dua hal penting yang masih harus diperhatikan berdasarkan keputusan Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan.

 

Kewajiban pertama adalah pengalihan dan investasi harta. Bagi WP yang menyatakan repatriasi (proses pengembalian dana dari luar negeri ke dalam negeri), terdapat kewajiban untuk mengalihkan harta dari luar negeri ke Indonesia. Kemudian menempatkan dana tersebut dalam instrumen investasi sesuai ketentuan dalam PMK NOMOR 122/PMK.08/2016.

 

Kewajiban kedua adalah harus melakukan pelaporan berkala harta tambahan. WP yang telah ikut tax amnesty diwajibkan melaporkan status penempatan harta tambahan yang sudah berada atau dialihkan ke Indonesia. Seperti yang dinyatakan Laporan disampaikan paling lambat pada batas waktu penyampaian Surat Pemberitahuan Tahunan  (SPT) Pajak Penghasilan setiap tahun hingga tiga tahun.

 

Menurut Otto Budihardjo, konsultan pajak MUC Surabaya, masih ada kendala bagi para WP yang hendak melakukan pelaporan berkala harta tambahan. “Sampai saat ini e-form soft copy dari DJP masih belum keluar. Mengingati Peraturan DJP Nomor PER 03/PJ/2017 pasal 4 ayat 1 bahwa WP harus melapor dalam format hard copy maupun soft copy. Jadi meskipun WP sudah siap untuk melapor, mereka masih harus menunggu sampai DJP mengeluarkan format soft copy sebagai syarat pelaporan”.

 

Sanksi bagi peserta tax amnesty yang mangkir dari 2 kebijakan di atas akan menghadapi risiko pengenaan pajak dengan tarif normal hingga 30% atas harta bersih tambahan yang telah diungkapkan dalam Surat Pernyataan Harta, beserta sanksi administrasi 2% per bulan.

Publication Publication Publication