PT MULTI UTAMA CONSULTINDO - Surabaya Office


Implikasi AEOI bagi Indonesia


Kebijakan Foreign Account Tax Compliance Act (FATCA) merupakan salah satu upaya yang dilakukan oleh pemerintah Amerika Serikat dalam menyingkap dan membuka penyalahgunaan pajak yang dilakukan oleh warganya yang memiliki dana di luar negeri. Terinspirasi dari Amerika yang telah melakukan FATCA pada 2010, negara Uni Eropa, G-20, dan Organization for Economic Co-Operation and Development (OECD) sepakat memberlakukan pertukaran data finansial secara otomatis 2017-2018. Indonesia tegaskan komitmen terhubung ke dalam AEOI bersama 101 negara lain mulai tahun 2018 [1]. Tujuan utama dilakukannya kerjasama internasional ini adalah sebagai upaya mengatasi krisis keuangan dunia yang salah satunya diakibatkan oleh Tergerusnya basis pemajakan di yurisdiksi yang menerapkan tarif pajak tinggi ke yurisdiksi yang menerapkan tarif pajak lebih ke yurisduksi yang menerapkan tarif pajak lebih rendah (low tax juriscdiction). Keputusan Indonesia untuk tidak ingin ketinggalan dalam agenda AEOI sangat penting guna menjaga stigma agar tidak dianggap sebagai non-cooperative jurisdiction. Lantas bagaimana tinjauan strategis lain? Terutama implikasinya bagi Indonesia. Klik untuk membacanya lebih lanjut.



[1]https://www.oecd.org/tax/transparency/AEOI-commitments.pdf

Publication Publication Publication