PT MULTI UTAMA CONSULTINDO - Surabaya Office


Inilah Perbedaan Tax Avoidance, Tax Planning, Tax Evasion


Perusahaan yang berorientasi laba menghendaki membayar pajak minimal. Perusahaan berusaha meminimalkan beban pajak melalui mekanisme tax planning maupun tax avoidance. Konsep tax planning menurut Barry Larking (2005)1 adalah usaha-usaha yang dilakukan wajib pajak dalam rangka meminimalkan pembayaran pajaknya. Sedangkan definisi tax avoidance menurut Muhammad Zain (2007)2merupakan suatu proses mendeteksi celah ketentuan perundangan perpajakan yang diolah sedemikian rupa sehingga ditemukan suatu cara penghindaran pajak yang dapat menghemat besar pajak yang dibayarkan.

 

Berdasarkan pendapat tokoh tersebut, untuk melihat hubungan konsep antara tax planning dengan tax avoidance, keduanya bertujuan meminimalkan besar pajak yang harus dibayarkan namun tax avoidance lebih bersifat massive karena usaha penghindaran pajaknya sesuai dengan aturan yang ada. Mekanisme ini sah-sah saja karena masih mengikuti koridor hukum perpajakan.

 

Berbeda lagi dengan tax evasion yang didefinisikan oleh Michael Mclyntre (2000)3, yaitu upaya mengurangi beban pajak atau penghindaran pajak dengan tidak melaporkan penghasilan atau melaporkan namun nilainya tidak sebenarnya. Mekanisme seperti ini tidak diperkenankan oleh otoritas pajak karena menyalahi aturan pajak yang ada sehingga dapat dikenakan sanki yang ada. Terlebih jika disertai  penyelundupan atau menyembunyikan barang maupun kekayaan (smuggling or dissimulating goods or assets).  

 

Dengan demikian yang diperbolehkan menurut aturan perpajakan adalah tax planning dan tax avoidance, sedangkan tax evasion merupakan bentuk fraud karena tindakan menyembunyikan fakta, merekayasa transaksi agar menimbulkan biaya-biaya atau kerugian, menghancurkan bukti dan berakibat pada sanksi pidana. Mekanisme ini banyak dimanfaatkan perusahaan multinasional (PMA) yang tidak pernah membayar PPh karena ditengarai merugi. Hal inilah yang kemudian menjadi fokus perhatian pemerintah. Jadi bagaimana, sudah jelas perbedaannya kan?  (otto/laili)

 



1Barry Larking. International Tax Glosarry 5th Edition. IBDF. 2005

2Muhammad Zain. Manajemen Perpajakan. Jakarta. Salemba Empat. 2007

3Michael J. Mcintyre, Brian J. Arnold. International Tax Primer 2nd. Kluwer Law International. 2000

Publication Publication Publication