PT MULTI UTAMA CONSULTINDO - Surabaya Office


Telaah Historis dan Kritis atas Agency Theory



oleh Otto Budihardjo

SH, MM, Ak., CA, CPA, CPMA, BKP

 

Agency theory didefinisikan sebagai hubungan antara pengelola perusahaan yang bertindak sebagai principal, sedangkan agent sebagai orang yang diberikan kewenangan pengambilan keputusan. Agent cenderung memiliki informasi yang lebih detail dan lengkap karena terlibat langsug dalam aktivitas operasi harian, sedangkan pengendalian oleh pemilik hanya bersifat harian. Hal ini mengarah pada terjadinya asymmetry information yaitu keadaan dimana pemilik memiliki informasi lebih sedikit dari agent (Gaffikin, 2008). Akibatnyaterjadipermasalahan moral hazard dan adverse selection.

 

Setiap pihak memiliki kepentingan, principal ingin memaksimalkan keuntungan dan melakuan control untuk memastikan agent melakukan upaya sesuai kepentingan principal, sedangakan agent berkeiginan untuk memaksimalkan imbalannya dalam pengelolaan perusahaan. Beberapa study case menyebutkan apabila hal ini tidak dimaintain dengan baik, permasalahan atas konflik kepentingan ini dapat merugikan perusahaan.

 

Dalam artikelini disuguhkan konsep lain yang dapat menjadi pegangan antara principal dan agent dalam menjalin partnership sebagai konsensus agency theory. Untuk lebih jelasnya pahami dengan seksama artikel berikut. Semoga bermanfaat.

 

Artikel lebih lengkapnya dapat di download di laman ini: Telaah Historis dan Kritis atas Agency Theory

Publication Publication Publication