PT MULTI UTAMA CONSULTINDO - Surabaya Office


TP Series (2) Prinsip Kewajaran dan Metode Transfer Pricing


Melanjutkan pembahasan sebelumnya mengenai penjelasan transfer pricing, kali ini akan dibahas lebih khusus tentang maksud prinsip kewajaran dan metode transfer pricing yang dapat digunakan untuk menentukan kewajaran dan kelaziman usaha.

 

Prinsip Kewajaran dan Kelaziman Usaha

Dalam PER-32/PJ/2011 diungkapkan apabila kondisi dalam transaksi yang dilakukan antara pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa sama atau sebanding. Direktur Jenderal Pajak diberi kewenangan untuk menguji penerapan prinsip kewajaran dan kelaziman usaha (arm’s lenght principle) pada transaksi antara wajib pajak dengan pihak afiliasinya (affiliated transaction).

Harga wajar atau laba wajar, adalah penetapan harga atau laba dalam  transaksi yang ada hubungan istimewa haruslah sama atau dalam rentang harga tertentu bila dibandingkan dengan transaksi yang sama antara para pihak yang independen.

Wajib Pajak yang bertransaksi dengan pihak pihak yang mempunyai hubungan istimewa wajib menerapkan prinsip kewajaran dan kelaziman usaha, dengan melalui analisa kesebandingan, menetapkan pembanding baik internal maupun eksternal, dan memilih metode yang tepat dalam penentuan harga atau laba wajar dimaksud.

 

Melakukan Analisis Fungsi

Guna menentukan metode yang tepat, wajib pajak harus mengetahui karakteristik usaha dari pihak yang menjalankan fungsi manufaktur ataupun distributor, apakah menjalankan fungsinya secara penuh (fully fledge), fungsi terbatas sesuai kontrak (contract manufacture atau limited distributor), serta toll manufacture atau commision agent.

 

Memilih Rasio Financial yang Sesuai

Apabila sudah diketahui tipe industri, maka dapat diidentifikasi rasio finansial yang digunakan sebagai dasar pembanding, antara lain:

  1. Rasio Laba Kotor terhadap Penjualan (Gross Margin) = Laba Kotor/ Penjualan
  2. Rasio Laba Kotor terhadap Harga Pokok Penjualan (Gross Mark Up) = Laba Kotor / Harga Pokok Penjualan
  3. Rasio Tingkat Pengembalian Penjualan = Laba Bersih Usaha / Penjualan
  4. Rasio Tingkat Pengembalian Total Biaya = Laba Bersih Usaha / HPP+Biaya Operasi
  5. Rasio Tngkat Pengembalian Aset (ROA) = Laba Bersih Usaha / Total Operating Aset
  6. Rasio Tingkat Hasil Capital Employed (ROCE) = Laba Bersih Usaha / (Aktiva – Kewajiban Lancar)
  7. Berry Rasio = Laba Kotor / Biaya Operasi
  8. Rasio Hutang terhadap Modal = Hutang / Modal
  9. Rasio Biaya R&D terhadap Penjualan = Biaya R&D / Penjualan
  10. Rasio Biaya Pemasaran terhadap Penjualan = Biaya Pemasaran / Penjualan

 

Memilih Metode Transfer Pricing

Setelah diketahui karakteristik usaha dan ditentukan rasio keuangan wajib pajak yang sesuai, selanjutnya pemilihan metode transfer pricing. Metode yang dapat dilakukan bersamaan dengan pemilihan pihak yang akan diuji (tested party) terdiri dari metode:

  1. Comparable Uncontrolled Price adalah metode penentuan harga transfer dengan membandingkan harga barang atau jasa dalam transaksi afiliasi dengan barang atau jasa dalam transaksi independen.
  2. Resale Price Method adalah metode penentuan harga transfer yang menentukan harga pembelian barang dan jasa dari pihak afiliasi dengan cara mengurangkan laba kotor pihak independen yang sebanding dari harga jual kembali barang dan jasa tersebut kepada pihak independen.Resale Price Method adalah metode penentuan harga transfer yang menentukan harga pembelian barang dan jasa dari pihak afiliasi dengan cara mengurangkan laba kotor pihak independen yang sebanding dari harga jual kembali barang dan jasa tersebut kepada pihak independen.
  3. Cost Plus Method adalah metode penentun harga transfer yang menambahkan laba kotor dari transaksi independen yang sebanding terhadap biaya yang ditanggung dalam transaksi afiliasi.
  4. Transactional Net Margin Method adalah metode penentuan harga transfer yang menggunakan indikator tingkat laba transaksi independen sebanding untuk menentukan laba bersih usaha transaksi afiliasi.

 Bagian artikel selanjutnya akan mengupas masing-masing metode dan ilustrasinya. Jangan lewatkan ya! (otto/laili)

Publication Publication Publication