COVID-19 membuat pemerintah Indonesia mulai menghimbau masyarakatnya untuk tidak keluar dari rumah dan menyiapkan berbagai fasilitas. Mulai dari membagikan masker, membangun tempat-tempat cuci tangan di lokasi yang ramai hingga menerapkan social distancing. Sosial distancing berupa menjaga jarak antara satu orang dengan yang lainnya mulai dilakukan di temat umum seperti terminal, stasiun, rumah sakit, puksesmas, bandara dan tempat ramai lainnya. Menjaga jarak merupakan bentuk pencegahan dari menyebarkan virus antar manusia.

Lebih dari 600 kasus positif corona telah terdeteksi di Indonesia semenjak kasus pertama pada tanggal 2 Maret 2020 lalu. Selain menambah berbagai fasilitas, pemerintah juga mengeluaran berbagai stimulus untuk menstabilkan ekonomi. Mulai dari pajak, ekspor dan impor hingga kebijakan keuangan. Berikut beberapa stimulus yang diberikan pemerintah untuk penanganan mewabahnya Coronavirus Disease 2019 di Indonesia.

1. Stimulus Perekonomian Nasional sebagai Kebijakan Countercyclical

Bank menerapkan kebijakan untuk debitur yang terkena dampak penyebaran COVID-19. Kebijakan ini bertujuan untuk mendukung stimulus pertumbuhan ekonomi bagi debitur yang terkena dampak penyebaran (COVID-19), termasuk untuk debitur usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Yang dimaksud dengan debitur yang terdampak COVID-19 adalah debitur yang mengalami kesulitan untuk memenuhi kewajiban pada Bank, dikarenakan debitur atau usaha debitur terdampak dari penyebaran Coronavirus Disease 2019.

Kebijakan countercyclical bertujuan untuk pemberian tambahan modal untuk mengantisipasi kerugian kredit atau pembiayaan perbankan yang berlebihan sehingga mengganggu stabilitas perekonomian karena mewabahnya virus corona. Kebijakan stimulus yang dimaksud terdiri dari (Pasal 2):

Kebijakan penetapan kualitas aset (Pasal 3)
Penilaian kualitas kredit/pembiayaan/penyediaan dana lain hanya berdasarkan ketepatan pembayaran pokok dan/atau bunga untuk kredit sampai dengan Rp10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah).

Kebijakan restrukturisasi kredit atau pembiayaan (Pasal 5)
Bank dapat melakukan restrukturisasi untuk seluruh kredit/pembiayaan tanpa melihat batasan plafon kredit atau jenis debitur, termasuk debitur UMKM.

2. Relaksasi Program Jaminan pada BP Jamsostek

Pemerintah juga menyiapkan kebijakan lain bagi pekerja atas dampak penyebaran COVID-19 dengan pemberian relaksasi atas Program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BP Jamsostek). Berikut beberapa penjelasan tentang stimulus pada BP Jamsostek:

  • BP Jamsostek melaksanakan relaksasi keuangan bagi dunia usaha.
  • Pemberian stimulus akan dilakukan pembahasan lebih lanjut, dengan formulasinya yang tidak mempengaruhi manfaat kepada peserta dan tidak mengganggu ketahanan dana program jaminan sosial.
  • BP Jamsostek akan meakukan penyesuaian terhadap regulasi yang mengatur Rencana Kerja dan Anggaran BP Jamsostek agar pemberian stimulus ini tidak mengganggu operasional dan pelayanan.
  • Pemberian stimulus ini perlu diatur dalam ketentuan sesuai peraturan perundang-undangan.

Penyebaran virus corona semakin luas menyebabkan kepanikan dan kekhawatiran masyarakat. Untuk meredam kekhawatiran tersebut, pemerintah melalui kementrian keuangan juga telah siap mengeluarkan stimulus jilid ketiga demi kestabilan iklim perekonomian Indonesia. Diharapkan masyarakat yang terkena dampak coronavirus disease 2019 dapat tenang dan terbantu dengan stimulus-stimulus yang dikeluarkan pemerintah.

Leave a Comment